Senin, 01 Februari 2016

Kepada Senja yang Menjingga

Ketika sebuah tawa berubah menjadi lara
Ketika sebuah harap Berbayar dusta
Hal itu sama
Iya sama
Seperti ombak yang menerjang karang setiap detiknya
Seperti burung yang mengepak sayapnya
Seperti itulah aku mencintaimu
Setiap aku kembali ke kota itu
Jiwaku yang dulu melayang Hilang
Turut kembali
Kembali pada perasaan yang masih sama
Aku benci karena diriku tidak mampu menepis rasa itu
Iya sebuah rasa dan pengharapan yang teramat dalam dan tinggi
Pada seorang manusia
Tuhan tolong jagakan perasaanku ini
Aku ingin kembali bangkit dari semua keterpurukan diriku
Terhadap rasa yang ku ciptakan sendiri
Terhadap rasa yang ku rasakan sendiri
Terhadap rasa yang ku kisahkan sendiri
Iya sendirian
Aku cinta sendirian
Terhadap senja yang begitu cantik
Terhadap birunya laut yang luas
Terhadap kamu
Kini
Senja yang aku lihat adalah Sama
Tetapi langit yang menghiasinya berbeda
Senja itu memiliki kisah yang berbeda dari sebelumnya
Birunya laut yang ku pandangi
Juga masih sama
Mereka senja dan ombak biru laut
Masih beriringan
Masih sama
Namun kisah yang mereka torehkan berbeda
Kisahku bukan kisahmu
Iya untuk saat ini dan seterusnya
Aku kembali
Untuk berani melihat senja yang sama
Bukan dari kejauhan lagi
Bukan dari tempat persembunyianku yang sunyi
Tapi dengan mata kepala ku sendiri
Aku merelakan senja yang aku miliki
Karena akan ada awan indah yang menghiasinya
Aku bahagia menjadi pengagum senja
Aku bahagia menjadi penikmat senja
Sekalipun aku harus jatuh cinta berkali-kali padanya
Iya jatuh ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar